Sukses

Pemerintah Disarankan Membentuk Tim Evaluasi IMF

Liputan6.com, Jakarta: Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi keberadaan Dana Moneter Internasional (IMF) di Indonesia. Soalnya, bukan memberikan solusi dari kemelut krisis, IMF kerap memberikan saran yang merugikan. "Sebaiknya pemerintah membentuk sebuah tim evaluasi," ujar Ketua Presidium KAHMI Fuad Bawazier seusai menemui Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wapres di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).

Menurut Fuad, sejak IMF hadir, banyak aset milik Indonesia yang berkurang dan menjadi milik asing. Di sisi lain, utang Indonesia kepada negara-negara asing pun terus bertambah. Itulah sebabnya, keberadaan tim evaluasi ini sangat dibutuhkan. Ia menyarankan, tim beranggotakan para pakar dari dalam negeri maupun luar negeri yang dapat mendudukkan Indonesia secara sejajar dengan IMF. Nantinya, hasil evaluasi tim ini dapat digunakan pemerintah untuk menentukan sikap dengan IMF. "Hasil ini sangat berguna untuk mengambil sikap," ujar fungsionaris Partai Amanat Nasional itu.

Sebelumnya, sejumlah kalangan sempat mempertanyakan kelanjutan kerja sama dengan IMF mengingat hubungan ini akan berakhir. Bahkan, persoalan hubungan dengan IMF sempat menimbulkan keretakan di antara pejabat eknomi negera ini. Misalnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Kwik Kian Gie menolak kontrak kerja sama dengan IMF diperpanjang. Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menganggap hubungan tersebut masih perlu [baca: Kwik, IMF, dan Keretakan Kabinet].(ORS/Tris Wijayanto dan Eko Purwanto)